3 Gedung Warisan Kota Yang Masih Kokoh Hingga Sekarang

Kota Jakarta identik dengan gedung-gedung pencakar langitnya. Perkembangan kota Jakarta terus bergerak mengikuti perkembangan zaman.

Kini, di antara banyaknya gedung dengan eksterior modern, masih tersisa bangunan tua yang bertahan dari zaman dahulu. Meski bangunan tua ini mengalami beberapa kali renovasi, namun ciri khas zaman dulu masih melekat di sisi bangunan. Berikut deretan gedung-gedung tua peninggalan kolonial yang masih berdiri kokoh di pusat kota Jakarta.

1.   Gedung Metropole XXI

(21cineplex.com)

Dilansir dari cinemapoetica.com, gedung Metropole XXI adalah gedung tertua di Jakarta yang berusia lebih dari 50 tahun. Gedung ini ditetapkan sebagai Cagar Budaya Kelas A berdasarkan SK Gubernur DKI Jakarta no. 475 Tahun 1993. Lokasinya berada di sudut Jalan Pegangsaan dan Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Gedung bioskop yang dibangun pada 1949 ini dahulu mampu menampung hingga 1000 penonton. Namun setelah direnovasi, gedung ini kemudian memiliki empat teater dengan masing-masing berkapasitas kurang dari 170 orang. Gedung bioskop yang kini dikelola 21 Cineplex group menyediakan gerai kopi Starbucks, toko roti, dan restoran di lantai dasar dan food court di lantai 2. Sedangkan gedung kedua di sebelah timur kini menjadi ruang pamer Grohe, produk sanitasi air mewah (keran, bak, wastafel, dan perlengkapan mandi dan sanitasi lainnya) asal Jerman.

2.   Gedung Kesenian Jakarta

(cagarbudaya.kemdikbud.go.id)

Gedung Kesenian Jakarta merupakan bangunan tua peninggalan pemerintah Belanda yang hingga sekarang masih berdiri kokoh di Jakarta. Gedung ini terletak di Jalan Gedung Kesenian No. 1 Jakarta Pusat. Gedung yang dibangun atas ide Daendels pada 1821 disebut gedung teater komedi. Layaknya sebuah tempat pertunjukan seni, gedung Kesenian Jakarta memiliki fasilitas yang memadai, di antaranya ruang pertunjukan berukuran dengan kapasitas penonton sekitar 475 orang, panggung, peralatan tata cahaya, kamera di setiap ruangan, TV monitor, ruang foyer, serta fasilitas outdoor berupa electric billboard untuk keperluan publikasi.

3.   Cafe Batavia

(wikipedia)

Cafe Batavia merupakan sebuah restoran yang berlokasi di Kota Tua, Jakarta. Cafe ini menjadi salah satu landmark kolonial yang menghadap ke alun-alun Taman Fatahillah. Restoran yang dibagun pada abad ke-19 itu memiliki 2 lantai, dengan lantai atas yang memiliki ruang makan utama dengan kapasitas 150 tamu yang dibangun dari kayu dan memiliki jendela besar. Sedangkan lantai dasar memiliki lounge dengan sofa, bar, dan panggung untuk hiburan live music. Suasana Jakarta tempo dulu masih dapat dirasakan di Cafe ini dengan didukung foto-foto vintage selebriti dan bangsawan serta interior Cafe yang serba kayu.

Gedung-gedung peninggalan kolonial tersebut selain masih berdiri kokoh juga masih beroperasi dengan semestinya. Jika kamu sedang berkunjung ke Jakarta Pusat, sempatkan diri untuk mampir, ya!


SK

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Miris, Ini Perbedaan KRL Zaman Dulu dan Sekarang

Kata Mereka Tentang Film KKN di Desa Penari

Cuaca Panas Bikin Haus? Segarkan Dengan 5 Minuman Ini